Takdir....

Takdir, sebagai manusia tidak ada satupun yang tahu.
Kapan kita sukses, kapan kita gagal, kapan harapan tercapai, kapan impian terwujud.

Didalam pikiran setiap manusia umumnya, selalu berharap sesuatu yang indah akan terwujud...sehingga kita berlomba lomba untuk berjalan bahkan berlari ke arah tujuan.

Tidak jarang pula, ada diantara kita , yang hanya bermimpi tentang harapan, tapi tidak mempunyai upaya untuk mewujudkannya, entah karena malas, tidak tahu bagaimana caranya, atau sudah berputus asa sebelum melakukannya.

Satu hal yang sering dilupakan adalah, tidak mempersiapkan diri atas kegagalan. Sehingga, tidak mempersiapkan rencana kedua, atau ketiga bila rencana pertama mendapatkan halangan. Dan yang terjadi adalah stres, keputusan- asaan,trauma bahkan tidak mau mencoba lagi.

Ada pula, yang sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menjalankan rencana yang matang, tetapi tidak juga bisa mencapai impiannya. Apa yang salah dalam semua hal diatas??

Yang salah adalah diri kita sendiri !

Looh, kok bisaaaaa??

Ya, tentu saja bisa... Dalam melakukan sesuatu, niat yang positif disertai dengan hati yang bersih dan komitmen , yang harus dilakukan dengan keikhlasan tampa mengorbankan perasaan orang lain, itu harus kita punyai.

Bayangkan saja, bila kita ingin meraih sesuatu, tapi kita lupa dengan sikap yang kita lakukan.

Contoh : Ingin sukses berkarier, tapi dengan cara korupsi. Bila Anda yang sudah menikah, karena ingin mendapatkan uang banyak, rela menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar jam kerja, sehingga waktu bersama keluarga tidak ada. .Mungkin, akhirnya Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, tapi lupa, ada sisi lain yang dikorbankan. Penjara menanti Anda bila ketahuan korupsi, atau rumah tangga Anda pun berantakan.

Apakah semua kegagalan itu bisa dinamakan takdir?

Kita bisa melihatnya dari bagaimana cara kita melakukannya.

Kalau ada perasaan orang lain yang kita korbankan,berarti itu bukan jalannya Tuhan.

Dan kalau bukan jalan Tuhan , bisakah Tuhan akan murka dan menyadarkan kita dengan menurunkan kesusahan dan kegagalan?

Cobalah renungkan, dan carilah jawabannya dengan bersikap jujur, rendah hati dan berjiwa besar.

Mudah - mudahan , Anda bisa lebih paham memaknai arti sebuah TAKDIR....

 

Surabaya, 4 Januari 2015
Done to web