BENTUK ANAK BERTANGGUNG JAWAB & MANDIRI

Upi Natasa Thaib, Owner Natasa GroupKesibukan kebanyakan para orang tua diperkotaan sering menimbulkan ekses perubahan kepribadian anak ke arah negatif. Berkurangnya perhatian akibat kesibukan diluar rumah para orang tua, sedikit banyak menjadi pencetus perilaku buruk dari anak-anak. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan terutama kalau sampai anak-anak dengan perilaku buruk menjadi kaki tangan para penjahat.

"kurangnya perhatian orang tua karena sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan diluar bisa membuat anak memiliki sikap dan kepribadiannya bermasalah. Seperti pemalu, pendiam, keras kepala, egois, manja, tidak mandiri dan lain-lain" ungkap Pembicara pada Workshop Kepribadian Anak Natasa Function Room, Natasa Personality Development. Upi Thaib.

Upi mengungkapkan buruknya perilaku anak-anak saat ini sangat mungkin berpengaruh buruk di masa depan. Hal ini akan menghambat tumbuhnya potensi yang ada pada diri tiap anak. Bukan tidak mungkin setelah dewasa anak-anak yang tumbuh dengan sikap dan kepribadian buruk akan terpinggirkan di tengah lingkungan sosialnya.

Uniknya, workshop yang diadakan oleh Natasa Group ini bukan ditujukan kepada orang tua, tetapi anak-anak secara langsung akan menjadi peserta. Bahkan orang tua tidak diperkenankan masuk ke kelas agar anak-anak bisa menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dan mempunya mental yang kuat dan dapat diterima oleh lingkungannya. "Bekaca dari pengalaman workshop kelas anak, memang awalnya sulit mengajak mereka hadir sendiri, tapi setelah satu hari terlewati semua anak sudah mau berada di kelas tanpa diantar orang tua. Ini karena memang ada metode untuk melakukan segala sesuatu tanpa paksaan" Ungkap Upi.

Upi menjelaskan, pada workshop ini, ia menerapkan metode interaktif. Semacam curhat (mencurahkan isi hati) dan diskusi interaktif dengan peserta workshop. Dari sini ia bisa menelusuri persoalan yang membuat sikap dan kepribadian buruk masing-masing anak. "Anehnya, lewat forum seperti ini, banyak anak yang lebih bisa mengemukakan persoalannya daripada kepada kedua orang tuanya" Kata mantan model ini.

Setelah persoalan masing-masing anak diketahui, lanjut upi, maka mulai ditanamkan nilai-nilai kepribadian yang baik, santun dan mandiri. Termasuk mengungkap potensi yang dimiliki anak "ini penting agar anak-anak bisa berperan positif dalam kehidupan sosialnya. Tidak hanya pada masa mereka masih belia, tapi sampai nanti mereka dewasa,bekerja, menikah dan bergaul di tengah masyarakat" katanya.

Salah satu orang tua anak peserta workshop sebelumnya mengaku cukup terbantu menemukan solusi atas persoalan anaknya "Dari semual anak saya yang pendiam, sekarang sudah mulai lebih banyak berbicara, bercerita tentang pengalamannya di sekolah, dan saya merasa itu lebih baik" ungkap ibu yang enggan disebut namanya itu.

Sumber :  Koran Seputar Indonesia, Album Kita, Senin 26 Oktober 2009

Add comment


Security code
Refresh