Lebih lanjut, Upi menjelaskan, dalam menghadapi anak sebaiknya dengan mengajaknya kompromi dan memahami perasaannya.

Selanjutnya, anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang diinginkan dan berusaha untuk dikompromikan, bila itu tidak sesuai dengan keinginan orangtua.

Bagi orangtua, Upi juga menegaskan, agar mereka tak terpaku pada ego masing-masing. Belajar menjadi orangtua yang positif tidak ada kata terlambat. "Jangan menganggap dulu saya juga begitu, sekarang kalau anak saya begitu ya biarkan saja. Lebih baik jangan. Mari kita jaga anak-anak kita menjadi lebih baik dari diri kita" ungkapnya.

Seorang ibu peserta workshop mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti acara itu. "Anak saya sering berantem dengan saya karena tidak mau mengerjakan PR. Itu juga membuatnya suka berantem di sekolah. Mungkin kalao saya lebih sabar saat memintanya mengerjakan PR, dia juga tidak akan begitu di sekolah" ungkap Irma Hariani, yang memiliki dua anak laki-laki, kelas IV SD dan TK B.

(Surya, Minggu 21 Oktober 2012)

Add comment


Security code
Refresh