Menjadi Model Ternyata Tidak Harus Berwajah Cantik Atau Tampan

Natasa - Menjadi Model tidak harus berwajah cantik atau tampanSURABAYA, SURYA Ajang pembelajaran di luar kelas menjadi bekal tersendiri bagi murid murid Natasa Modeling School. Mereka beradu ketrampilan dan kepiawaian di depan pengunjung Royal Plaza Surabaya, Minggu (7 / 4).

Murid berbagai kelas, yakni kelas modeling, public speaking dan kepribadian asuhan Upi Thaib ini beradu ketrampilan dan kepiawaian di depan umum. Anak anak ini selama ini kan belajar di kelas, nah sekarang mereka harus menunjukan ini di depan umum, mereka praktek di sini, kata Upi Thaib.

Di kelas public speaking misalnya, mereka harus bisa berbicara di depan umum, tidak boleh grogi, harus profesional dan harus sukses dalam setiap acara. Pembelajaran di luar kelas ini, kata Upi sekaligus membekali mental siswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
Upi menambahkan, untuk sukses menjadi seorang model seseorang tidak harus cantik atau tampan. Namun dengan kepribadian positif, sikap yang baik dan profesional, maka ia kan sukses menjadi model.

Model tidak harus cantik dan tampan

Hans Cristopher misalnya, siswa kelas public speaking yang masih berusia 12 tahun ini mampu memandu jalannya acara dengan bertindak selaku MC. Padahal saya ini dulu orangnya pemalu, sekarang sudah tidak malu lagi, katanya diatas panggung. Hal ini dibenarkan Lenny, orang tua Hans. Menurutnya putranya dulu memang dikenal pemalu. Hans dulu anaknya cenderung tertutup, mudah emosi, sekarang sudah berubah, katanya.

Begitu pula dengan Velice, balita berusai 5 tahun ini mengikuti kelas modeling. Velice masih duduk di kelas TK B, dia belajar berani tampil di depan umum, sekarang ikut kelas modeling disini (Natasa). ujar Linania orang tua Velice. Surya 07 April 2013

Add comment


Security code
Refresh