TESTIMONI TALITHA ASMARIA

Mengikuti Program Kelas Private Public Speaking Remaja adalah sebuah langkah yang tepat dalam hidup saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menempuh kursus dengan jumlah pertemuan 24 jam, saya tidak hanya belajar menjadi public speaker yang handal, namun juga menjadi seseorang yang berkepribadian menarik.

Saya seorang lulusan Universitas Airlangga Surabaya yang sedang mendapatkan beasiswa dari Kementrian Keuangan untuk melanjutkan studi di Inggris untuk Program Master dan Doktoral. Saya berusia 23 tahun. Keinginan saya menjadi dosen membuat saya ingin mempunyai kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi dan berpendapat. Tentu hal ini tidaklah mudah, karena saya mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik.

Saya dulunya adalah seorang yang pemalu, selalu berpikiran negatif, tidak pandai berbusana, dan kasar bila berbicara. Hal ini terbentuk karena kecenderungan saya yang lebih banyak bergaul dengan laki-laki. Saya pun sulit untuk menentukan kata-kata yang tepat dalam bergaul, menyampaikan materi, dan berpendapat.

Pada saat awal kursus saya mendapatkan materi tentang cara bersikap dengan baik dan tepat. Lalu saya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya semua teman-teman menganggap saya aneh. Karena tiba-tiba saya berbicara lebih sopan dan halus. Kemudian saya yang jarang sekali pakai rok akhirnya mau memakai rok. Saya pun sempat merasa dijauhi karena sering tidak diajak ‘nongkrong’ seperti sebelumnya. Akhirnya saya bertanya mengapa mereka berubah sikap? Dan mereka menjawab karena mereka SUNGKAN terhadap saya. Saya merasa ini dampak positif dari apa yang saya terapkan. Mereka menjadi lebih hormat kepada saya.

Selain itu, saya sering bertemu dengan teman lama yang akhirnya mengatakan saya lebih cantik dari sebelumnya. Salah satu teman saya akhirnya memutuskan mengambil kursus kepribadian di tempat lain karena merasa saya mendapatkan perubahan yang baik setelah mengikuti kursus ini. Dalam kehidupan berkeluarga, saya juga merasa hubungan saya yang kurang baik dengan orang tua dan adik-adik saya sebelumnya menjadi lebih ‘cair’. Saya berusaha mengungkapkan pendapat dengan cara yang sopan sehingga apa yang saya inginkan dalam keluarga dapat terpenuhi. Saya pun sekarang akrab dengan kedua adik saya.

Terima kasih Natasa. Semoga selalu sukses dan terus menginspirasi.