TIPS CANTIK BY UPI THAIB-MERAIH SUKSES MELALUI MIMPI

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 23 September 2017

Ketika masih kecil, kita bermimpi dengan berani. Tanpa takut gagal dan takut malu, sering kita membuat mimpi kadang tidak masuk diakal.Kita bebas berekspresi, mengikuti khayalan tanpa batas. Sehingga dengan berani bermimpi setinggi langit.

Tapi setelah beranjak dewasa, sejauh mana kita berani bermimpi ?

Di usia dewasa, kita selalu mencoba menakar segala sesuatu dengan logika. Termasuk juga mimpi, ketika menulis keinginan untuk menjadi penari sukses. Lalu logika kita langsung menyangkalnya. Merasa tidak bisa karena bukan keturunan penari, tidak punya bentuk tubuh bagus, tidak berani tampil didepan banyak orang.

Pengalaman hidup selanjutnya kerap mengajarkan agar kita sebaiknya pandai-pandai ‘Menakar’ mimpi kita. Dengan kata lain, kita digiring untuk ‘Berdamai’ dengan kenyataan. Padahal, tanpa disadari, sebenarnya kita telah membunuh kekuatan mimpi, memusnahkan antusiasme dan optimisme tanpa batas yang pernah membuat masa kanak-kanak kita begitu menggairahkan.

 

Banyak dari kita akhirnya menanggalkan mimpi-mimpi masa lalu. Bukan karena mustahil diraih, melainkan karena kita malas bekerja keras atau lebih sibuk menghindari rasa kecewa, takut gagal, bahkan ada yang mengandalkan kekayaan dan jabatan orang tua, sehingga merasa tidak perlu mewujudkan mimpi.

Tanpa disadari pula, kita lebih memusingkan apa kata orang ketimbang apa yang betul-betul kita inginkan. Bahkan jika sudah berumur, kita merasa tidak perlu lagi bermimpi. “ Just let it flow” , begitu bahasa kerennya.

Dari pengalaman hidup, logika dan pembelajaran dari lingkungan sering kali membatasi ‘ Membunuh’ daya imajinasi dan keberanian kita untuk bermimpi.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar mimpi itu bisa menjadi kenyataan ?

1. Temukanlah terlebih dahulu makna sukses bagi Anda secara pribadi, karena masing-masing individu itu punya latar belakang, nilai pribadi, dan kebutuhan yang berbeda. Tentukan apa yang Anda ingin buat, apa yang ingin Anda hasilkan. Apakah Anda ingin sukses dalam materi atau posisi/ jabatan tertentu, atau Anda ingin sukses dalam kepuasan mengaktualisasikan kemampuan diri, atau sejauh mana Anda bisa memberdayakan orang lain.

2. Tentukan kekuatan dan keterbatasan yang Anda miliki sebagai faktor-faktor kunci yang berperan dalam menghasilkan keberhasilan. Hal tersebut akan berbeda dan unik bagi setiap orang.

3. Ingat selalu bahwa mencapai mimpi membutuhkan proses. Tidak bisa satu malam.

4. Bersiaplah kerja keras, kerja cerdas. Temukanlah kesenangan dalam bekerja keras, baik pada proses maupun saat mencicipi kenikmatan hasil akhirnya.

5. Orang sukses tidak mengandalkan oang lain untuk mencapai tujuannya. Mereka lebih mengandalkan faktor internal. Artinya, mereka sendirilah yang harus mendorong dirinya sendiri. Tidak mengandalkan koneksi, rekan, atau orang tua untuk terus menerus mendorong dan memotivasi setiap langkah.

6. Hindari sikap cenderung ‘Cepat puas’. Ketika rasa puas itu ada, saat itulah energy untuk berbuat lebih mulai meredup.

Kesuksessan dimulai ketika kita mulai menciptakan impian jauh ke depan. Dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya impian itulah yang akan menjadi magnet serta menarik kita kesana. Jadi, yakinkan diri bahwa jika kita mengucapkan sebuah keinginan dengan hati terdalam, tanpa disadari kita akan ‘ Dipertemukan’ dengan orang-orang atau hal-hal yang mendekatkan kita.

Tidak ada kata terlambat, selama masih diberi nafas, jadikanlah hidup kita menjadi sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi diri kita dan juga lingkungan. Tapi, tentunya, kita tidak boleh puas hanya menjadi pemimpin. Karena setiap mimpi perlu diikuti dengan langkah nyata dan komitmen untuk mewujudkannya.