ANDA ADALAH HASIL DARI PIKIRAN ANDA

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 30 September 2017

Pada saat kita dilahirkan di dunia ini, kita hanyalah wujud bayi kecil yang hanya bisa memandang, menangis, dan tertawa. Belum tahu banyak hal, hanya bisa bertanya didalam hati, menduga duga, dan tentunya sudah bisa mengambil kesimpulan sendiri atas apa yang terlihat, yang mendengar dan yang kita rasakan.

Sulitnya untuk mengungkapkan perasaan, sulitnya untuk mengatakan apa yang dirasakan, sulitnya untuk mengungkapkan atas ketidak nyamanan. Kadang maksud kita sering disalah artikan orang lain, bahkan tak jarang kita menerima kemarahan mereka atas perlakuan kita, yang sesungguhnya itu semua terjadi karena tidak nyambungnya komunikasi antara kita dan orang lain. Dan sifat egois mau menang sendiri, mulai terbentuk karena dengan hanya kita menangis, orang lain akan menuruti kemauan kita. Semakin dituruti, semakin diri kita merasa benar.

Seiring bertambahnya usia, dimana akhirnya kita tumbuh menjadi belita, perilaku kita disaat bayi selalu kita lakukan. Dan beranjak remaja bahkan dewasa, akhirnya kita terbiasa dengan kesulitan menerima kesalahan karena kita selalu dibiasakan di posisi benar walau salah. Karena kita tidak dibiasakan menyadari kekurangan diri, seringnya kita menyinggung perasaan orang lain, seringnya perasaan ego tanpa disadari menjadikan kita berperilaku masa bodoh dengan akibat yang telah kita lakukan. Dan lebih hebatnya lagi, kita tidak perduli dengan perasaan orang lain yang merasa tersakiti, karena kita merasa selalu benar dalam melakukan, memutuskan sesuatu. Kita lebih memikirkan rasa sakit hati sendiri tanpa mau menyadari sumber awalnya adalah diri kita sendiri.

Apa yang kita lakukan adalah mencerminkan siapa diri kita? Memang, perilaku itu terbentuk dari lingkungan. Akibat dari mereka yang memanjakan kita, dari mereka yang tidak ingin kita susah, dari mereka yang menggangap kita tidak boleh susah, dari mereka yang sungkan mengutarakan kesalahan kita. Tapi, bila akhirnya akibat dari semua itu, Anda mengalami kesusahan, apakah mereka bisa menolong anda? Seperti Anda tidak punya banyak teman, anda tidak percaya diri, Anda menjadi manusia yang egois? Siapakah yang akan menolong Anda? Siapa yang bisa mengembalikan nama baik dan kehormatan Anda?

Hidup Anda adalah bergantung pada Anda sendiri. Kesuksesan Anda adalah usaha kerja keras Anda sendiri, dan kegagalan itu adalah hasil dari keputusan anda sendiri. Jadi, bersibuk sibuklah dengan mengevaluasi dan mengkoreksi diri sehingga kita bisa membentuk diri menjadi semakin baik dan akhirnya kita bisa membuat orang lain selalu tersenyum. Bila Anda bisa membuat diri Anda selalu tersenyum, maka Anda pun bisa membuat orang lain tersenyum.

Kesulitan adalah pembelajaran hidup yang nyata. Sering orang menghindari dari kesulitan, seperti contohnya ; tidak ingin mencoba sesuatu hal yang baru, karena kuatir gagal dan memberikan akibat tidak baik. Sering orang tua membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah, karena kuatir mendapatkan nilai jelek yang akan membuat anaknya malu dan tentunya orang tua akan merasa malu.

Kalau sudah begitu, akhirnya anak akan terus mendapatkan kenyamanan dan tidak pernah tahu arti “ Berjuang” menuju kesuksesan. Kalau akhirnya sang anak mengalami kegagalan dalam hidupnya, siapa yang akan disalahkan? Hidup ini indah, bila kita menyikapinya dengan semangat, karena apa yang terjadi adalah pembelajaran dari Tuhan untuk bisa menghantarkan kita ketempat terbaik. Jadi, jadikanlah pikiran Anda untuk menuju apa yang Anda harapkan, sehingga akan tercermin di sikap dan perilaku Anda dan Akhirnya akan menghasilkan apa yang diharapkan.