SIAPKAH ANDA MEMASUKI DUNIA KERJA ?

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 14 Oktober 2017

Pada saat usia masih anak-anak, sering kita mempunyai cita-cita yang setinggi langit. Ingin jadi dokter, ingin punya banyak uang untuk beli helikopter seperti mainan kita. Ingin punya rumah besaaaaaar seperti cerita di TV. Bahkan ingin menjadi presiden, guru dan lain sebagainya.

Memang mudah berbicara, karena pada saat masih kanak-kanak, kita belum berpikir, bagaimana caranya.

Memasuki dunia remaja, bersekolah, pergi kekampus, kita tetap menjalankan kewajiban kita membuat tugas sekolah, baik terpaksa maupun dengan senang hati. Selangkah lagi, kita sudah akan memasuki dunia kerja. Bahkan ada yang sudah bekerja sambil kuliah, ada yang memilih bekerja tidak melanjutkan sekolah. Yaa, hidup itu pilihan bukan?

Semua berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan penghasilan yang layak, jabatan yang keren, dan tentunya masuk diperusahaan yang bonafit.

Tapi, mengapa seringnya, cita-cita di masa kecil, harapan di masa remaja, menjadi kandas ditengah jalan? Sulitnya mendapatkan pekerjaan, apapun pekerjaan itu. Kalaupun sudah diterima bekerja, mengapa juga sulit bertahan, entah ingin keluar atau dikeluarkan dari pekerjaan.

Semua bekal sertifikat, ijazah, berkas kursus-kursus yang sudah dilampirkan dalam berkas lamaran pekerjaan, menjadi tidak ada artinya.

Apalagi, bicara kecantikan fisik, tidak bisa diandalkan juga dalam mendapat pekerjaan yang pantas dan layak

Apa yang salah yaaa dalam hal ini?

Temuilah dalam langkah berikut ini.....

Wawancara

Wawancara adalah salah satu tahapan saat rekruitasi pegawai di sebuah perusahaan. Terkadang kita jatuh atau gagal di wawancara ini, padahal nilai IQ Test dan Psiqotest kita tinggi. Coba dipikir lagi, apakah Anda termasuk kandidat yang tidak jujur saat mengisi Psiqotest. Mengisi psiqotest sesungguhnya adalah cerminan dari diri kita, bukan mencerminkan diri kita dari seperti diri kita ataupun perusahaan.

Akhirnya, pada saat proses wawancara berlangsung, antara hasil psikotest dengan kenyataan berbeda. Misal , di psikotest muncul hasil bahwa Anda orangnya suka tantangan, tenang menghadapi masalah , terbiasa melakukan semua sendiri , ternyata,pada saat diwawancara, Anda memperlihatkan ekspresi wajah tegang, tidak berbicara lepas, saat ditanya jawabannya tidak beraturan dan tidak nyambung. Dan penilaian yang terlihat, kenyataan dilapangan Anda adalah  orang yang  bertolak belakang dari hasi test!, Ingatlah, integritas/kejujuran  adalah persyaratan penting yang harus dipunyai oleh semua pekerja.

Idealisme seorang Fresh Garduate

Terkadang setelah kita lulus, maka idealisme kita sebagai alumni suatu Universitas menjadi sangat tinggi, misalnya  Anda berkuliah di kampus teknologi, karena idealismenya tinggi,  Anda hanya ingin melamar  ke perusahaan IT dikarenakan gengsi. Pertanyaan saya, Mengapa  harus membatasi peluang kita?. Ideal tentunya sah saja,,tapi pada kenyataanya, keutuhan kerja tentu tidak selamanya besar, dengan mau mengambil  kesempatan  bekerja di perusahaan non - IT , tentunya Anda akan mendapat pembelajaran  baru yang dimana bila Anda berhasil melakukan tugas, kualitas diri Anda akan bertambah. Nah, apakah adalah manusia yang mempertahankan idealisme?.

Harga Diri seorang Sarjana

Gengsi mahasiswa setelah lulus saat mencari pekerjaan yang kedua itu adalah hanya mau meng-apply ke perusahaan-perusahaan besar. Akibatnya saingannya banyak, dan tentu prosesnya lebih ketat.  Coba pikirkan kalimat ini .” Janganlah  hanya ingin bekerja di perusahaan besar tapi besarkanlah perusahaan dimana anda bekerja. Dan Anda adalah orang pilihan yang dicari perusahaan besar “.

Bekerja Terencana

Keberhasilan atau kegagalan seseorang di meja kerja, bisa diprediksi dengan melihat sejauh mana persiapan atau perencanaan yang dilakukan .Persiapan dan perencanaan tak bisa dipandang sebelah mata. Di saat Anda sukses dalam melakukan persiapan dan perencanaan, sebenarnya Anda sudah memenangkan separuh pertandingan. Sisanya tergantung bagaimana Anda melakukan segala sesuatu yang sudah dipersiapkan itu dengan baik.

Kegagalan untuk mempersiapkan adalah mempersiapkan kegagalan.

Kepribadian, ini sangat penting.

Apa yang terlihat adalah mencerminkan siapa diri Anda, dari cara berpakaian, sikap tubuh sampai gerak gerik Anda . Mental Anda akan tercermin dari cara Anda melakukan sesuatu, cara Anda memutuskan sesuatu dan cara Anda berkata sesuatu. Punyailah mental yang bertarung  terlebih dahulu, membuktikan hasilnya dan mempraktekkannya. Apakah Anda termasuk manusia yang selalu ingin mendapatkan haknya terlebih dahulu dari pada mengutakamakan menunjukkan siapa diri Anda sesungguhnya

Motivasi Mencari Pekerjaan

Ini adalah jenis pertanyaan yang seringkali muncul bahkan hampir kesemuanya tes wawancara akan menanyakan apa yang menjadi motivasi kita untuk bekerja di tempat atau perusahaan tersebut.

Gaji juga menjadi penting untuk kita ketika menghadapi ujian interview kerja. Sesuaikan dengan realitas yang ada, jangan menuntut gaji yang tinggi sedangkan pengalaman serta profesionalitas pekerjaan kita belum teruji dengan benar. Yakinlah bahwa nanti gaji akan naik dan sesuai dengan pekerjaan serta sumbangsih nyata kita ketika kita

 

Anda siap bekerja profesional ??