CERDAS DAN CANTIK

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 11 November 2017

SIAPA yang tidak ingin tampil cantik sempurna? Kecantikan sering membuat orang memuja, mencintai dan memperhatikan. Jelas siapa yang tidak ingin mendapat perlakuan seperti itu.

Kita dibesarkan di tengah masyarakat yang menganggap bentuk tertentu sebagai cantik. Hidung mancung berukuran munggil, mata yang besar, lebar dan jernih, kulit putih, badan ramping, kaki jenjang, dan sebagainya. Anggapan bahwa yang cantik adalah yang sempurna, lalu kita berusaha memiliki bentuk-bentuk tersebut. Banyak perempuan rela bayar mahal untuk mengubah penampilan fisiknya. Banyak perempuan merasa takut daya tariknya memudar karena penampilan fisiknya berubah seiring usia.

Bagi profesi tertentu, kesempurnaan fisik adalah mutlak. Tentu,standar itu membuat putus asa orang-orang yang tidak termasuk dalam katagori cantik secara fisik.

Anggapan bahwa kecantikkan itu bisa membuat lebih mudah mendapat pekerjaan dan kesempatan, begitu melekat dalam pikiran. Akibatnya, banyak yang berlomba untuk mengubah fisiknya demi meraih kesuksesan. Namun, apakah kita juga mengikuti perjalanan orang yang terpilih karena kecantikkannya itu benar-benar mencapai kesuksesan yang sesungguhnya atau hanya bertahan dalam waktu singkat?

 

Apa sih, definisi cantik? Relatif, jawabanya. Tergantung siapa yang menilainya. Ada orang yang mengatakan gemuk itu seksi, ada orang yang mengatakan sehat itu cantik, ada pula yang beranggapan kecantikan adalah kecerdasan. Mengapa?

Kecerdasan di sini adalah kecerdasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kecerdasaan dalam memandang dunia.

Berpikir Positif

Bersyukur adalah pikiran pertama yang ada dalam pikiran saya. Bagaimana saya bisa melihat sekeliling saya banayak yang sementara ini tidak lebih baik secara fisik dari saya. Bersyukur bahwa dilahirkan dari keluarga yang saling menyayangi. Dan, bersyukur bahwa sebagai manusia yang pasti punya kekurangan, Tuhan tetap adil, kita juga akan diberikan kelebihan.

Dalam hidup ini, pasti selalu ada masalah. Bila masalah tersebut kita tanggapi dengan positif, akan membuat derajat kita “ naik kelas “ di mata Tuhan. Dengan berpikir positif, kita akan jauh dari iri dan dendam.

Dalam Bersikap.

Kesantunan dan kesopanan adalah sikap terpuji. Seperti cara duduk, cara meminta sesuatu, cara berkomunikasi, cara mengungkap kemarahan, cara berpakaian dan cara bekerja. Hindari sikap perfeksionis yang kelewat batas. Cobalah sesekali melakukan sesuatu yang tak sempurna. Misalnya, membuat naskah presentasi yang kurang lengkap. Lalu, lihatlah, apakah dunia akan hancur hanya karena presentasi yang tak oke itu?

Menghilangkan sikap perfeksionis itu tidak hanya untuk kedamaian sendiri, tetapi untuk kenyamanan orang lain. Kita boleh saja berusaha mencapai keistimewaan, tetapi jangan sampai terobsesi. Orang-orang akan lebih terkesan dengan kemanusiawian Anda.

Dalam Bertindak.

Tindakan positif akan lahir dari pikiran dan sikap positif. Mata sebaiknya dipakai untuk menilai orang dari sisi positif terlebih dulu. Ekspresi yang akan tercermin adalah ekspresi penuh senyum bercahaya, semangat, dan energi positif.

Tangan yang Anda gunakan untuk membantu sesama sehingga kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Ciptakan kreatifitas yang berguna,yang membuat hati manusia lain bahagia.

Dengan begitu, ketulusan akan memancar dan hidup ini akan dijalani dengan relaks karena menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tetapi tetap melakukan evaluasi dan koreksi diri. Cantik adalah relatif. Cerdaslah dalam menghormati dan menghargai diri sendiri sehingga orang pun akan menghormati kita.