HARGA WAKTU ANDA

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 25 November 2017

TUHAN memberi kita waktu setiap hari. Kita dapat membuangnya atau menggunakannya untuk kebaikan. Ketika esok tiba, hari ini akan hilang selamanya, meninggalkan sesuatu ditempatnya dengan sesuatu yang telah kita tukar untuknya. Sebuah hari dapat digunakan untuk keuntungan, bukan kerugian; untuk kebaikan bukan kejahatan; dan untuk kesuksesan, bukan kegagalan.

Saya sangat percaya bahwa orang yang akan berkata, “ aku akan melakukannya kalau aku ada waktu,” tidak akan mendapatkan waktu untuk apa pun. Jika ingin waktu, kita harus membuatnya.

Ukuran prestasi kita dalam hal hidup ini bukanlah ukuran waktu yang dimiliki untuk melakukan sesuatu, melainkan merupakan untuk ukuran dari apa yang dilakukan dengan waktu yang dimiliki, dengan bakat-bakat yang dimiliki. Apa saja anggapan keliru yang menghambat?

Disiplin dianggap buruk

Sering kali pada saat ada orang lain menerapkan kedisiplinan kepada kita untuk hal yang sesungguhnya positif, kita menganggap justru mereka telah melakukan telah melakukan sikap yang kasar. Contoh, karena sering menunda pekerjaan, pimpinan dikantor tidak mempromosikan kita. Karena borosnya istri dalam mengelola uang, suami memberlakukan aturan dalam pengeluaran. Contoh, sesungguhnya bila diterima dengan pikiran positif dan rendah hati, kita akan mau mengevaluasi dan mengkoreksi diri sendiri dulu. Sama seperti Anda, semua orang juga punya kesabaran dan juga ingin dihargai.

Sukses karena uang

Uang sering menjadikan alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Tidak punya uang, sering dijadikan alasan untuk tidak bisa mencapai impian. Bagi saya, yang terpenting adalah adanya kemauan/niat. Tidak ada dipaksa atau terpaksa, tapi kemauan yang datang dari diri sendiri. Tanpa kemauan, uang Anda yang setumpuk tidak akan berarti apa-apa.

Rencana harus matang.

Biasanya, jika rencana dibuat sangat matang, pelaksanaannya justru akan tertunda. Waktu yang akan tersita akan lebih lama lagi. Anda akan kalah cepat oleh orang lain, yang lebih dulu melakukan tanpa perencanaan macam-macam. Yang terpenting disini adalah sikap tahan banting dan tidak cengeng. Untuk mencapai sukses, Anda harus menjadikan masalah dan kegagalan sebagai tantangan.

Kerja penuh tekanan

Kita harus bekerja keras untuk mencapai sesuatu. Kerja keras dan kerja cerdas selalu menjadi perinsip kesuksesan. Namun, mengapa orang sudah melakukan hal ini, tidak juga bisa berhasil? Sebab, mengartikan kerja keras itu seolah harus membanting tulang dan penuh dengan tekanan. Setiap pekerjaan sebaiknya selalu dinikmati. Dengan menikmatinya, tak ada lagi kata capek, malas. Kita akan jauh dari tekanan dan bekerja dengan gembira.

So, apakah Anda sudah menggunkan waktu dengan maksimal sekarang? Adakah hal-hal yang seharusnya Anda lakukan, tapi tidak dilakukan? Ingatlah, ketika hari esok datang, kita akan membayar mahal untuk apa yang tidak kita lakukan hari ini. Lakukan, bergeraklah, mulailah, bertindahlah sekarang, dan lihat hasilnya.