TESTIMONI ORANG TUA ELEANOR CLEA

Saya seorang pendidik anak usia dini yang sebelumnya mengajar di sekolah swasta selama belasan tahun. Tidak susah bagi saya untuk menghadapi Eleanor sejak bayi sampai awal – awal memasuki sekolah dasar. Ia termasuk anak yang sangat mudah diarahkan pada saat itu.

Namun situasi menjadi sangat berbeda ketika saya melahirkan anak kedua setelah 7 tahun penantian. Hal ini ternyata membuat Eleanor menjadi tidak nyaman karena sebagian besar waktu saya tersita untuk mengurus si bayi. Ditambah lagi, Eleanor mulai memasuki usia pra-remaja, dimana dia mulai mencari jati diri. Eleanor yang sebelumnya mudah diarahkan berubah menjadi anak yang harus diingatkan berualang – ulang untuk melakukan pekerjaan rumah sehari – hari seperti menata tempat tidur, mandi, menata meja belajar, dll. Anak yang sebelumnya selalu menjawab ‘iya’ ketika dinasehati, berubah menjadi anak yang mulai menolak dan menjawab dengan alasan – alasan yang tidak penting.

 

Perubahan sikap putri saya ini membuat saya stress dan sangat sedih sekali. Saya mulai berkeluh kesah pada beberapa teman dekat. Hingga ada seorang teman yang menyarankan saya untuk memasukkan Eleanor ke sekolah kepribadian. Pilihan saya jatuh pada sekolah Natasa dan mengikutkan Eleanor di kelas Public Speaking, setelah saya mengunjungi beberapa sekolah kepribadian di Surabaya.

Pada awalnya, tidak mudah bagi Eleanor untuk mengikuti peraturan dan cara – cara yang diajarkan di kelas Natasa karena dia merasa semua hal tersebut tidak perlu dan tidak penting. Dia sempat mogok berangkat les dan tidak melakukan tugas sekolah Natasa. Pada saat itu, Kak Upi membantu memberikan saya masukan bagaimana cara mengarahkan Eleanor supaya mandiri dan bertanggungjawab. Dengan tegas Kak Upi menerangkan kepada saya akibat yang mungkin terjadi jika saya terus membiarkan kebiasaan buruk Eleanor.

Saya tetap memaksa dia untuk hadir di kelas dan mengikuti pelajaran dengan tanggung jawab. Setiap minggu sebelum berangkat les, saya selalu mengingatkan keuntungan mengikuti kelas Natasa ini. Dengan berjalannya waktu, dia mulai merasa nyaman dan menemukan kesenangan sendiri di kelas Natasa ini. Eleanor mulai tertarik untuk menggunakan makeup dan menyukai foto selfie. Bahkan ketrampilan menggambar eyeliner sendiri pun dapat dia lakukan di usia pra-remaja. Dengan menemukan satu kesenangan baru ini, lebih mudah bagi saya untuk mengingatkan Eleanor bahwa dia sekarang mulai beranjak dewasa dan seharusnya tingkah laku serta kebiasaannya juga harus seperti orang dewasa. Eleanor mulai rajin menata tempat tidur dan meja belajar tanpa harus diingatkan, serta lebih mudah untuk melakukan nasehat orang tua. Dia juga terlihat lebih percaya diri setelah beberapa kali mengikuti acara Natasa Show. Presentasi di sekolah menjadi lebih baik dengan suara yang lebih keras setelah berlatih dengan Kak Upi di kelas Natasa.

Terima kasih Sekolah Natasa... Terima kasih Kak Upi untuk berbagi ilmu dan menginspirasi sukses Eleanor. Semoga Sekolah Natasa maju terus. Amin.