SENYUMAN PENUH ARTI

(Kompas- Klasika- 31 Maret 2018)

Sebuah senyum bisa memberikan banyak arti. Bisa memberikan akibat positif dan negatif; bisa berakibat konflik, juga bisa menyelesaikan pertikaian; bisa terlihat terhormat, atau terkesan angkuh karena ingin terlihat berkharisma.

Bila melihat orang tersenyum, hati biasanya juga akan tersenyum. Bila melihat orang tersenyum kepada kita, kita bisa menilai orang itu ramah, sinis, atau terkesan meremehkan. Bila kita bersalah dan orang yang kita sakiti tersenyum, hati ini bisa jadi senang atau tersiksa karena semakin merasa bersalah. Sebaliknya, bila kita sedang marah dan orang tersebut senyum-senyum, hati ini bisa makin kesal. Bila kita meminta persetujuan dan orang itu hanya tersenyum, kita pun jadi bingung.

Kita tidak pernah menyadari senyuman itu seperti apa yang selama ini dilakukan dan kita pun pastinya tidak terbiasa becermin untuk mengamati cara kita tersenyum.

Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk meyakinkan diri bahwa semua senyuman kita selalu akan diartikan positif bagi orang lain?

Selalu memulaidari diri sendiri untuk menginginkan suatu perubahan. Apalagi bila ingin orang lain yang berubah, diri sendiri yang harus berubah terlebih dahulu.

Lihatlah ke cermin dan nilailah senyuman Anda. Apakah terlihat tulus, datar, terkesan basa basi atau terpaksa, datau dibuat-buat. Anda rasakan sendiri pada hati, bila penilaian Anda negatif, berarti itulah penilaian orang lain terhadap Anda. Langkah selanjutnya adalah berlatihlah tersenyum.

Niat yang baik akan melahirkan sikap yang baik. Bila pikiran dan hati Anda selalu dihiasi dengan positif, aura yang keluar adalah selalu senyum ketulusan dan keikhlasan. Sering kali kita mengalami kesulitan untuk bisa tersenyum ikhlas saat dirundung masalah atau banyak yang dipikirkan. Ini akan terasa makin sulit bila harus tersenyum dengan orang yang membuat kita marah.

Mengapa begitu? Karena pikiran kita sedang dihiasi pikiran negative, lebih merasa dirinya benar, lebih merasa dirinya disakiti sehingga pikiran tidak bisa diajak berdamai dan tentunya akan sulit tersenyum.

Sementara itu, pikiran bijak selalu mengatakan bahwa ada sebab akibat. Bisa jadi Anda pernah menyakitinya terlebih dahulu tanpa Anda sadari atau Anda sadar tapi tidak mau tahu kalau memang sumber konflik berasal dari Anda.

Jadi, jangan buang kesempatan bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Tersenyum adalah ibadah, tersenyum bisa membuat orang lain bahagia.

Satu hal penting untuk Anda pun sedang melatih diri menjadi manusia yang bijaksana, rendah hati, tidak egois, dan awet muda. (UT)