SIAPKAH MELAKUKAN LEBIH DARI YANG SEHARUSNYA?

(Kompas- Klasika- 12 Mei 2018)

Dalam melakukan suatu tugas, kita sering berpatokan pada mandate yang telah diberikan. Seperti di kantor, misalnya, apa yang dikerjakan harus merasa sesuai dengan gaji yang diberikan. Bila diberikan tugas lebih, biasanya raut wajah akan berubah tegang, merasa bahwa itu bukan tugasnya, sehingga berat untuk mau melakukannya. Atau yang lebih ekstrem lagi, mulai rajin mencari lowongan kerja di tempat lain.

Walaupun tetap dikerjakan,”ritual” mengeluh kepada teman pun menjadi pekerjaan tetap yang dilakukan. Pemikiran adalah kita bekerja harus sesuai dengan jam kantor,”ritual” 30 menit sebelum waktu pulang sudah beres-beres menjadi rutinitas yang selalu ditunggu.

Bagi yang bekerja dibidang pelayanan, raut wajah, cara berkomunikasi, sudah berubah menjadi datar, dan berbicara secukupnya agar customer segera pergi. Ada pula yang terang-terangan mengatakan,”maaf Bapak, sebentar lagi kantor kami tutup. Silahkan kembali lagi besok.” Padahal kebutuhan customer belum terpenuhi.

Belum lagi karena merasa tugas yang diberikan adalah job bagian lain, biasanya muncul perasaan jika pekerjaan itu dilakukan dengan baik, yang mendapat reward adalah temannya. Mulailah hubungan pertemanan menjadi renggang dan akhirnya malas-malasan mengerjakannya.

Mengapa banyak pekerja mempunyai pola pikir seperti ini lebih banyak keluar-masuk perusahaan? Mengapa mereka tidak bisa bertahan lama dalam bekerja? Mengapa mereka tetap bekerja dibagian yang sama, ditingkatan yang sama selama bertahun-tahun tanpa ada kenaikan pangkat/ jabatan, tanpa kenaikan gaji yang berarti? Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan karier, kesempatan, dan kepercayaan hilang.

SIFAT DAN KARAKTER DIRI

Sifat dan sikap yang ada didalam diri, seperti egois, mau menang sendiri, manja, akan membuat mental lemah dan cenderung menyalahkan orang lain/ situasi.

POLA PIKIR TERBATAS

Apa yang diterima dipikirkan hanya untuk sekarang. Merasa capek, susah, akhirnya putus asa dan menghindar dari permasalahan. Berpikir bahwa pemimpin memberikan tugas yang bukan kewajibannyaadalah kesalahan besar, padahal bila dipikirkan jauh ke depan,itu adalah kesempatan belajar lebih banyak dan kepercayaan.

TIDAK TULUS DAN IKHLAS

Berpikir bahwa dalam melakukan sesuatu harus menerima imbalan terlebih dahulu, baru bekerja. Bagaimana orang lain akan menghargai pekerjaan kita kalau kita belum memperlihatkan kemampuan, kualitas, dan kepribadian kita?

TIDAK PROFESIONAL

Tidak mau belajar, tidak menguasai pekerjaannya, tidak mau berusaha, merasa apa yang dilakukannya sudah benar sehingga tidak mau menerima kritik.

Guys, pasti Anda punya banyak harapan dalam bekerja. Materi, jabatan, kesejahteraan, kenyamanan, lingkungan pekerjaan yang kondusif, atau hubungan kerja yang harmonis akan bisa tercapai bila Andalah yang memulainya. Andalah yang menunjukkan dan memperlihatkan bahwa Anda berkepribadian positif, mempunyai pola pikir positif. Dengan menyadari apa yang kita harapkan akan terwujud bila kita sendiri bisa membuktikan bahwa kita pantas menerima itu semua,  maka semua jalan kesuksesan akan terbuka luas. Selau bisa mengoreksi diri terlebih dulu sebelum menyalahkan orang lain, membuat kita bisa mempunyai jenjang jabatanyang semakin tinggi. Dengan mempunyai ketulusan dan keikhlasan, hidup ini akan terasa nyaman dan damai, karena kita akan selalu menjaga sikap.  (UT)