Blog UPI THAIB

SIAPKAH ANDA BILA TIBA SAATNYA?

(Kompas- Klasika- 26 Mei 2018)

Berapa usia Anda? Sudah berapa lama berada di dunia? Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan? Kebahagiaan dan kesusahan apakah yang pernah dialami? Apakah Anda bersyukur atau sebaliknya marah dengan keadaan? Seberapa banyak Anda menyulitkan orang lain? Seberapa banyak orang lain bahagian dengan keberadaan Anda? Apakah Rezeki yang diberikan Tuhan masih belum cukup, atau bahkan berlimpah? Dan, dipakai untuk apakah rezeki tersebut? Apakah tujuan hidup Anda?

Pertanyaan- pertanyaan tersebut selalu terlintas dalam pikiran saya. Seperti berpacu dengan waktu. Sementara itu, tugas dan pekerjaan tidak ada habisnya, bahkan semakin hari semakin banyak yang harus dikerjakan.

Biasanya kita sebagai manusia, punya harapan dan impian, berlomba-lomba mempersiapkan diri menjadi manusia sukses dengan karier dan jabatan tinggi atau mempersiapkan harta untuk masa depan anak. Ada juga yang menjalani pendidikan setinggi mungkin agar mendapat gelar akademik terhormat sehingga akan mudah mendapatkan pekerjaan impian dan mencari harta sebanyak mungkin untuk persiapan pensiun.

SIAPKAH MELAKUKAN LEBIH DARI YANG SEHARUSNYA?

(Kompas- Klasika- 12 Mei 2018)

Dalam melakukan suatu tugas, kita sering berpatokan pada mandate yang telah diberikan. Seperti di kantor, misalnya, apa yang dikerjakan harus merasa sesuai dengan gaji yang diberikan. Bila diberikan tugas lebih, biasanya raut wajah akan berubah tegang, merasa bahwa itu bukan tugasnya, sehingga berat untuk mau melakukannya. Atau yang lebih ekstrem lagi, mulai rajin mencari lowongan kerja di tempat lain.

Walaupun tetap dikerjakan,”ritual” mengeluh kepada teman pun menjadi pekerjaan tetap yang dilakukan. Pemikiran adalah kita bekerja harus sesuai dengan jam kantor,”ritual” 30 menit sebelum waktu pulang sudah beres-beres menjadi rutinitas yang selalu ditunggu.

MENOLONG DIRI SENDIRI

(Kompas- Klasika- 5 Mei 2018)

Pada zaman yang serba-ada seperti sekarang, bermacam-macam kemudahan bisa dirasakan oleh banyak orang. Bukan semata karena kemajuan teknologi, tapi juga ada orang lain yang bisa memberikan layanan jasa untuk membantu dan mengerjakan bermacam tugas.

Misalnya, asisten rumah tangga yang digaji untuk menjalankan beberapa urusan rumah sehari-hari. Atau ada yang mengandalkan orang tua yang dianggap siap siap membelikan apa saja yang kita inginkan dan menuruti kemauan kita yang jelas-jelas salah. Ada pula pasangan yang siap membuatkan minuman, memasak, mengantar-jemput. Ada sahabat yang selalu mau mendengarkan curhat kita.

Lambat laun, tanpa disadari, kita mulai tergantung kepada orang lain. Mulai merasa susah bila mereka tidak ada didekat kita, dan akhirnya muncul ego menginginkan orang lain tersebut berada didekat kita, dan akhirnya muncul ego yang menginginkan orang lain tersebut harus berada didekat kita. Bikan karena mengasihinya, tapi karena kita sudah merasa nyaman lantaran ada orang yang siap melakukan apa yang kita inginkan.

Page 1 of 15