Blog UPI THAIB

Tips Cantik by Upi Thaib : Keuletan Vs Kesuksesan

  • PDF

Sering kita menjumpai orang mengeluh saat melakukan sesuatu. Menemui kesulitan saat belajar, langsung menyerah; manjalankan diet, merasa lapar, kemudian putus asa; ingin jadi karyawan profesional, dimarahi pimpinan, langsung berkecil hati, dan tersinggung akhirnya keluar, ingin sukses, tetapi malas memperbaiki diri; dilatih kedisiplinan, terasa berat, lalu pindah ketempat yang pembelajarannya lebih santai. Yang lebih prihatin  adalah berfikir akan kegagalan sebelum melangkah. Mengapa manusia begitu mudah menyerah? Mengapa mentalnya lemah?

Coba ingat saat kecil. Apakah anda selalu dimanja, selalu dibantu, atau sudah bergelimang fasilitas? Bila terbiasa selalu dibantu, akhirnya kita tidak penah mengenal permasalahan. Apabila ingin sering, bahkan selalu dituruti, kita tidak mengenal penolakan. Sebagai anak, kita tidak dilatih bertanggung jawab.

Contoh sederhana, hal-hal yang dibiasakan ke anak, seperti dibiarkan untuk tidak membereskan buku, tetapi malah orang tua atau asisten rumah tangga yang melakukan; atau bila anak minta dibelikan mainan, langsung dibelikan, sementara mainan yang baru belum dipakai. Hal tersebut akhirnya membetuk mental lemah, selalu menghindar dari masalah, tidak kreatif, dan selalu merasa benar.

Last Updated on Sunday, 09 July 2017 15:53

Menjadi Pekerja Yang Berkepribadian Profesional

  • PDF

Dalam menggeluti dunia kerja profesional, kita di tuntut memberikan hasil kerja sesuai dengan keinginan perusahaan . Sebagai calon pekerja, banyak yang masih berpikir bahwa setifikat sekolah, sertifikat kursus, pengalaman kerja yang berpindah-pindah, menjadi faktor penentu lolos dalam interview kerja.

SEBAGAI pekerja, tentunya berharap akan mendapatkan gaji besar. Namun pada kenyataanya, setelah mendapat pekerjaan, bukan prestasi yang di perlihatkan, justru mulai bermunculan masalah dengan rekan kerja, pimpinan, atau koleganya. Yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja.

Mengapa semua itu bisa terjadi? Ya, karena kita tidak berpikir bahwa kepribadian adalah fondasi dari kesuksesan. Profesional adalah mengetahui, menguasai pekerjaan, tugas, dan tanggung jawabnya.”Tahu” di sini bukan hanya sekedar tahu, melainkan lebih pada memahami dan melaksanakan dengan sepenuh hati, benar, dan tepat.

Contoh sederhananya begini, seorang recepsionis tidak hanya mengangkat dan berbicara di telepon, tetapi nada dalam berbicara harus terkesan ramah, santun, membantu memberikan solusi bila yang di cari penelepon tidak ada, sabar dalam menjawab keluhan. Belum lagi harus berpenampilan menarik, mampu menjadi perantara informasi klien dengan staff terkait. Pastinya harus punya daya ingat tinggi alias tidak pelupa.

Last Updated on Tuesday, 30 May 2017 07:03

Tips Cantik by Upi Thaib : Ada Uang Ada Barang

  • PDF

Pada zaman modern seperti sekarang, ada pandangan bahwa semua bisa dibeli.

Tidak hanya barang, tetapi juga pertemanan, jabatan, pendidikan, pekerjaan, hingga kekuasaan. Sudah begitu mudahnya, sampai-sampai uang pun bisa “menggantikan diri” kita. Seperti apa contohnya?

Posisi orangtua yang seharusnya menjadi orang terdekat dengan anaknya, kini seolah digantikan dengan asisten rumah tangga. Yang lebih menyedihkan, ada yang menganggap bahwa dengan cukup memberikan uang/barang kepada si buah hati, itu berarti kebahagiaan sudah diberikan ke anak.

Contoh lain dalam pekerjaan. Tidak suka dengan gaji yang diberikan, langsung mengundurkan diri dan cari lowongan kerja baru. Setelah diterima, permasalahan terjadi, banyak aturan kerja, langsung mengundurkan diri tanpa izin, dan cari lagi pekerjaan baru.

Hal lain, seiring kemajuan teknologi dengan mudahnya kita menemukan contoh melakukan tindakan kriminal, tindakan asusila, dan pemakaian obat terlarang. Dan, itulah yang sering pula dianggap sebagai cara mudah mendapatkan teman, uang, dan menghilangkan pikiran rumit.

Last Updated on Sunday, 09 July 2017 16:06

Page 8 of 15