Blog UPI THAIB

Dear all,

Hidup  Ini memang bisa dikatakan panggung sandiwara. Semua orang mencoba memainkan perannya sebaik mungkin  untuk  membuat dirinya dilihat positif oleh orang lain. Agar disanjung, dipuji, dan terutama Ingin dikatakan exellence !

Dengan segala cara, bahkan menghalalkan semua cara tampa melihat dan meneliti terlebih dahulu apakah cara tersebut pasti  benar dan menghasilkan  karya  excellence.

Bahkan karena terlalu banyak kegagalan yang mereka alami, mereka menjadi takut untuk gagal lagi.

Mereka tidak menyadari  bahwa dari ketakutan ketakutan itulah yang akan membuat mereka ragu melangkah dan tidak ingin mencoba terobosan baru.

Mereka tidak menyadari  bahwa cara berpikir merekalah yang menyebabkan kehancuran itu akan datang secara perlahan.

Orang di posisi Ini, sebenarnya sudah tidak mempunyai kepercayaan diri, Karena tidak meyakini akan kemampuan diri sendri, tetapi malu untuk  mengakuinya.

Dear All,

Anak adalah titipan Allah yang harus kita jaga. Tetapi sering Tanpa kita sadari, sebagai orang tua merasa, anak adalah kepunyaannya yang bisa diperbuat sesuai hati.

Keinginan orang tua untuk bisa menjadikan anak menjadikan manusia yang bisa membanggakan orang tua, sering menjadikan anak adalah proyek percobaan untuk mengatasi GENGSI sang orang tua.

Orang tua Memaksakan kehendak,  anak harus menuruti perintah, harus menjalankan perintah,  tidak boleh membantah. , itu  adalah Tata tertib yang tidak tertulis di dalam dunia Ini Bagi Sang anak

Sadarkah  Anda sebagai orang tua, jiwa anak menjadi terganggu?

Sadarkah Anda , bahwa Apa yang Anda lakukan, akan di tiru? Kalau perilaku Anda positif, akan menjadi baik, tetapi bila perilaku Anda buruk, Apakah itu tidak akan menjadikan anak mempunyai karakter yang buruk pula?

Takdir....

Takdir, sebagai manusia tidak ada satupun yang tahu.
Kapan kita sukses, kapan kita gagal, kapan harapan tercapai, kapan impian terwujud.

Didalam pikiran setiap manusia umumnya, selalu berharap sesuatu yang indah akan terwujud...sehingga kita berlomba lomba untuk berjalan bahkan berlari ke arah tujuan.

Tidak jarang pula, ada diantara kita , yang hanya bermimpi tentang harapan, tapi tidak mempunyai upaya untuk mewujudkannya, entah karena malas, tidak tahu bagaimana caranya, atau sudah berputus asa sebelum melakukannya.

Satu hal yang sering dilupakan adalah, tidak mempersiapkan diri atas kegagalan. Sehingga, tidak mempersiapkan rencana kedua, atau ketiga bila rencana pertama mendapatkan halangan. Dan yang terjadi adalah stres, keputusan- asaan,trauma bahkan tidak mau mencoba lagi.

Ada pula, yang sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menjalankan rencana yang matang, tetapi tidak juga bisa mencapai impiannya. Apa yang salah dalam semua hal diatas??

Page 8 of 14