Blog UPI THAIB

JADIKAN HIDUP LEBIH BERKUALITAS

  • PDF

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 17 Juni 2017

SATU hari adalah 24 jam. Tidak lebih. Aktivitas yang anda lakukan bisa beragam. Bekerja, belajar, berolahraga, dan mengurus keluarga. Anda juga harus meningkatkan kemampuan diri setiap hari. Apakah sering merasa waktu Anda setiap hari selalu kurang?

Apakah Anda pernah berpikir, “ Andai setiap hari ada 40 jam, aku bisa mengerjakan semuanya dengan baik. Tidak seperti sekarang. Berantakan.” Selain itu, Anda sering megkambing hitamkan waktu yang hanya 24 jam itu karena merasa terlalu banyak yang harus dikerjakan sehingga pekerjaan tidak maksimal?

Anda juga sering mengeluh kepada pimpinan Anda bahwa terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan sementara jam kerja hanya 8 jam sehari. Nah, jika hal ini yang Anda rasakan, tentu ini sebuah permasalahan.

Setiap orang punya waktu yang sama. Orang sukses, orang malas, orang sibuk, dan orang penuh waktu luang juga punya waktu yang sama, 24 jam. Lalu, apa yang membedakan seseorang bisa berhasil atau tidak dalam sehari? Jawabannya, pengelolaan waktu. Kita tidak bisa memutar kembali waktu hidup. Untuk itu, buatlah hidup lebih berisi, berkualitas, dan bermanfaat. Setidaknya untuk diri Anda sendiri.

Last Updated on Sunday, 24 December 2017 00:21

KEULETAN Vs KESUKSESAN

  • PDF

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 27 Mei 2017

Sering kita menjumpai orang mengeluh saat melakukan sesuatu. Menemui kesulitan saat belajar, langsung menyerah; menjalankan diet, merasa lapar, kemudian putus asa; ingin jadi karyawan profesional, dimarahi pimpinan, langsung berkecil hati, dan tersinggung akhirnya keluar; ingin sukses, tetapi malas memperbaiki diri; dilatih kedisiplinan, terasa berat, lalu pindah ke tempat yang pembelajarannya lebih santai. Yang lebih prihatin adalah berpikir akan kegagalan sebelum melangkah. Mengapa manusia begitu mudah menyerah? Mengapa mentalnya lemah?

COBA ingat saat kecil. Apakah Anda selalu dimanja, selalu dibantu, atau sudah bergelimang fasilitas? Bila terbiasa selalu dibantu, akhirnya kita tidak pernah mengenal permasalahan. Apalagi bila keinginan sering, bahkan selalu dituruti, kita tidak mengenal penolakan. Sebagai anak, kita tidak dilatih bertanggung jawab.

Contoh sederhana, hal hal yang dibiasakan ke anak, seperti dibiarkan untuk tidak membereskan buku, tetapi malah orangtua atau asisten rumah tangga yang melakukan; atau bila anak minta dibelikan mainan, langsung dibelikan, sementara mainan yang baru belum di pakai. Hal tersebut akhirnya membentuk mental lemah, selalu menghindari dari masalah, tidak kreatif, dan selalu merasa benar.

PENTINGNYA “ME TIME” DALAM KEHIDUPAN

  • PDF

Diterbitkan oleh : Kompas 
Pada tanggal : 20 Mei 2017

Banyak orang berpikir kalau dirinya menyedihkan serta merasa sepi dan sendiri. Kemudian, kesendirian itu kerap diasosiasikan dengan ketiadaan teman danterkucilkan.

PIKIRAN semacam itu kerap singgah atau mungkin kita sendiri pernah atau mungkin sering mengalami. Padahal, sebagai manusia, kita perlu menyendiri karena itu menjadi waktu merefleksikan diri. Kita bisa “mengistirahatkan” otak dan melepaskan semua beban. Ini juga jadi kesempatan membersihkan hati, memfokuskan diri, dan berpikir lebih jernih.

Menghargai

Otak dan pikiran ibarat baterai, senantiasa harus di-charge dengan sejenak tidak memikirkan pekerjaan, masalah dan citra diri. Tidak juga terikat waktu, bebas dan santai melakukan aktivitas.

Ini menjadi waktu untuk merenung tentang apa yang telah dilakukan selama ini, sekaligus mensyukuri apa yang telah dimiliki. Menikmati atas apa yang sudah dimiliki dan diraih selama ini sangat penting. Itu artinya kita menghargai kerja keras sendiri.

Page 4 of 14