TESTIMONI MAMA TIFFANY

Salam kenal, nama saya Titien orang tua dari Tiffanny (8 tahun). Sebelum mengenal sekolah Natasa, Tiffany adalah anak yang sangat pemalu dan cenderung kurang percaya diri. Di sekolah juga termasuk anak yang pendiam,tidak berani berbicara di depan kelas dan kurang dalam bersosialisasi.

Kami sebagai orang tua sangat prihatin dengan karakter Tiffany, karena kami tahu bahwa karakter tersebut menghambat perkembangan Tiffany di masa depan. Kami berunding untuk mencari solusi yang tepat untuk kondisi Tiffany.Dan secara tidak sengaja kami mendapat informasi tentang Natasa dari salah satu anak kami dari teman yang ternyata menjadi bertalenta setelah ikut di sekolah Natasa. Kami langsung menghubungi Natasa dan singkat cerita Tiffany mulai ikut dari kelas Basic.

TESTIMONI MAMA ALICIA GUNAWAN

Anak saya bernama Alicia berusia 4 tahun pada saat masuk di Kelas NATASA. Sebelum mengikuti kelas Modelling dan Presenter, Alicia adalah anak yang tomboy. Dia kurang memperhatikan penampilan dan cenderung agak pemalu, di rumah juga Alicia anaknya manja, egois dan suka mau menang sendiri. Lalu saya coba daftarkan di kedua Kelas tersebut di NATASA.

Alicia sekarang menjadi anak yang stylish dan lebih percaya diri, dia juga lebih penurut jika di bilangi, walaupun semua butuh proses lebih dalam lagi namun saya yakin dia bisa berubah. Di Kelas NATASA juga banyak sekali diajarkan metode-metode pengajaran bagi para orang tua untuk bagaimana cara membentuk kepribadian anak, jadi sedikit banyak saya merasa terbantu dengan adanya kelas di NATASA ini.

TESTIMONI MAMA DEVINA

Devina berusia 9 tahun. Awalnya Devina adalah anak yang sangat pemalu , selalu ragu dan mudah sekali menangis. Bahkan di sekolah gurunya mengatakan kalau dia anak yang pasif dan susah mengungkapkan keinginannya. Saat ada selisih paham dengan temannya pun selalu berakhir dengan uraian air mata Devina. SEDIH, tentu saja itu yang saya rasakan saat itu, banyak kekhawatiran akan bagaimana anak ini kelak, bagaimana jika dia menjadi peribadi yan g tertutup, minder dan parahnya lagi menjadi korban bully anak-anak yang lain. Berbagai nasehat dari kami seolah-olah cuma lewat begitu saja.

Page 1 of 22